SMA NEGERI 3 KOTA SERANG

Jalan Raya Taktakan KM 0.5, Panggungjati, Taktakan, Kota Serang, Banten 42162

Official Website SMAN 3 Kota Serang

"MANASIK HAJI" bentuk Karakter Muslim

Rabu, 08 Mei 2019 ~ Oleh Team Jurnalis ~ Dilihat 441 Kali

Siswa-siswi kelas XII SMAN 3 Kota Serang mengadakan kegiatan manasik haji, Jumat (1/3) lalu. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII yang beragama Islam ini dilaksanakan dalam rangka ujian praktik mata pelajaran pendidikan agama Islam. Tahun ini merupakan tahun keempat dalam pelaksanaan manasik haji. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengenakan ihram, pakaian untuk berhaji, dan melaksanakan wukuf, tawaf, sa'i dan tahalul.

Kepala sekolah SMAN 3 Kota Serang, Nurdiana Salam, berpendapat bahwa kegiatan manasik haji ini merupakan salah satu bentuk alat evaluasi yang berbeda. “Kegiatan dibungkus dengan suka cita. Jadi, walaupun sedang praktik, tapi pelaksanaan kegiatannya penuh dengan rasa kebersamaan,” katanya. “Sambil ujian praktik, mereka menjalin tali silaturahim dengan sesama siswa, guru, dan kepala sekolah."

Di sisi lain, Jepri Nawawi (Pembina Rohani), melihat antusias yang luar biasa dari para peserta manasik haji. "Saya melihat antusias dari para siswa ini sangat luar biasa dan sungguh sempurna. Walaupun saya melihat ada beberapa wajah yang terlihat lesu atau kurang sehat, mereka tetap bersemangat melaksanakan kegiatan ini," ujar guru yang kerap disapa Pak Uje itu.  

Adapun penilaian yang dilihat dalam pelaksanaan ujian praktik kali ini, ia melanjutkan, adalah dari segi kerapian busana ihram, juga niat-niat, seperti niat haji, niat wukuf, pada saat tawaf atau mengelilingi Kakbah, dan juga tahalul. "Semua nilai yang terkumpul akan diakumulasikan lalu menjadi nilai yang utuh untuk penilaian praktik manasik haji pada bagian aspek fiqih," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ada beberapa pilihan untuk sanksi bagi yang tidak mengikuti rangkaian kegiatan manasik haji ini. Pertama, para siswa harus menghafal surat yang ada di Alquran juz ke-30, yakni surat An-Naba', Al-Fajr, dan Al-Ghasyiyyah. Kedua, para siswa harus mengirimkan video pengurusan jenazah, dari memandikan, mengafani, lalu sampai menyalatkan jenazah. Ketiga, mereka harus membeli baju ihram untuk pelaksanaan manasik haji di tahun yang akan datang.

Bagi para siswa kelas XII yang nonmuslim, tentu mereka tidak mengikuti pelaksanaan manasik haji, namun mereka diberikan tugas tersendiri oleh sekolah. Mereka harus membuat khutbah di tempat ibadahnya masing-masing, minimal tiga kali khutbah dan dikumpulkan dalam bentuk makalah. Makalah itulah yang akan diambil sebagai nilai dari ujian praktik agama mereka.

UJE  berharap kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan manasik haji dapat mempertebal keimanan dan keislaman mereka. "Mudah-mudahan anak-anak yang mengikuti kegiatan ini mampu mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga mereka semua bisa berangkat ke tanah suci Mekah dan melaksanakan haji yang sebenarnya."

Kepala sekolah juga ikut berharap, kegiatan manasik haji ini bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya, dan semoga ke depannya bisa semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ia juga berharap semoga kelas XII bisa masuk ke perguruan tinggi yang mereka harapkan dengan lancar. "Mudah-mudahan apa yang telah ibu-bapak guru ajarkan sesuai dengan visi sekolah yang pertama, yaitu kita ingin mencetak siswa yang agamis, berakhlak mulia, cerdas, berwawasan lingkungan dan mampu menjadi teladan itu muncul pada anak-anak, khususnya kelas XII. Semoga pengalaman yang dibekali sekolah bisa menjadi modal mereka untuk bisa lulus dan lolos Ujian Sekolah, Ujian Nasional, dan bisa masuk ke perguruan tinggi yang mereka harapkan," katanya. (Asri & Shesyl)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Edi Sutedi S.Pd, M.Si

  Assalamualaikum Wr.Wb Segala puji bagi Allah  SWT, yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam., serta kesehatan dan…

Selengkapnya

TAUTAN